Lewati ke konten
Jatisari Luxury Residence Hubungi Rian

Beranda › Artikel

Kesalahan Paling Mahal Saat Mengambil KPR Pertama

· 3 menit baca · Tim Jatisari Luxury Residence

Tampak depan Perumahan Jatisari Luxury Residence

Sebagian besar penyesalan dalam membeli rumah pertama bukan karena memilih rumah yang salah, melainkan karena urutan langkah yang keliru atau angka yang tidak dihitung.

Berikut sepuluh kesalahan tersering, diurutkan dari yang paling mahal.

1. Menghitung Kemampuan dari Angsuran Terendah

Pada skema bertingkat, angsuran tahun pertama Rp 4.445.000 akan menjadi Rp 7.922.000 di tahun kelima. Menghitung kemampuan dari angka pertama berarti bertaruh pada kenaikan gaji yang belum terjadi.

Perbaikan: hitung dengan angsuran tertinggi dan penghasilan Anda hari ini. Caranya di artikel gaji minimal untuk KPR.

2. Menghabiskan Seluruh Tabungan untuk Uang Muka

Rumah dengan uang muka besar tapi tanpa dana darurat menempatkan Anda pada posisi rapuh. Satu kejadian tak terduga memaksa Anda berutang dengan bunga jauh lebih tinggi.

Perbaikan: sisakan enam bulan biaya hidup sebelum menentukan uang muka. Uraiannya di artikel uang muka ideal.

Tampak depan Perumahan Jatisari Luxury Residence
Tampak depan Perumahan Jatisari Luxury Residence

3. Tidak Mengecek Riwayat Kredit Sebelum Booking

Membayar booking fee lalu ditolak bank karena tunggakan lama adalah urutan yang mahal dan sepenuhnya bisa dihindari.

Perbaikan: cek SLIK OJK dulu. Caranya di artikel SLIK OJK.

4. Lupa Menghitung Biaya di Luar Harga Rumah

BPHTB, AJB, notaris, balik nama, provisi, asuransi. Totalnya bisa puluhan juta rupiah yang muncul di tahap akhir.

Perbaikan: minta rincian tertulis sebelum booking. Daftarnya di artikel biaya di luar harga rumah.

5. Tidak Menyisakan Dana untuk Menjadikan Rumah Layak Huni

Pagar, kanopi, dapur, gorden, pindahan. Rumah yang sudah lunas tapi belum bisa ditempati nyaman adalah masalah yang nyata.

Perbaikan: anggarkan sejak awal. Perkiraannya di artikel biaya renovasi awal.

6. Memilih Tenor Terpanjang Otomatis

Angsuran paling ringan terasa aman, tapi selisih totalnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Perbaikan: pilih tenor terpendek yang masih aman bagi anggaran Anda. Angkanya di artikel tenor KPR.

7. Tidak Menanyakan Ketentuan Pelunasan Dipercepat

Rencana melunasi cepat bisa gagal kalau ternyata penaltinya besar, dan itu baru ketahuan bertahun-tahun kemudian.

Perbaikan: tanyakan sebelum akad. Bahasannya di artikel melunasi KPR lebih cepat.

Rumah dua lantai Perumahan Jatisari Luxury Residence
Rumah dua lantai Perumahan Jatisari Luxury Residence

8. Menandatangani Dokumen Tanpa Membacanya

Perjanjian kredit mengikat belasan tahun. Membacanya di ruangan sambil semua orang menunggu bukan kondisi yang wajar.

Perbaikan: minta salinan beberapa hari sebelum akad. Daftar yang perlu diperiksa ada di artikel akad kredit.

9. Tidak Memeriksa Legalitas Sendiri

Mengandalkan sepenuhnya pada bank atau pengembang. Bank memang memeriksa, tapi kepentingan mereka adalah keamanan agunan, bukan kenyamanan Anda.

Perbaikan: periksa sendiri. Panduannya di cara mengecek SHM, HGB, dan PBG.

10. Survei Hanya Sekali, Hanya Siang Hari

Kondisi lingkungan berubah antara siang dan malam, antara hari kerja dan akhir pekan, antara kemarau dan hujan.

Perbaikan: survei minimal dua kali pada waktu yang berbeda. Kalau memungkinkan sekali saat hujan — alasannya di panduan perumahan bebas banjir.

Urutan yang Benar

  • Cek riwayat kredit.
  • Hitung kemampuan angsuran dari angka tertinggi.
  • Rapikan rekening dan lunasi cicilan kecil.
  • Survei beberapa kali pada waktu berbeda.
  • Periksa legalitas.
  • Minta rincian seluruh biaya tertulis.
  • Baru booking.
Gerbang Perumahan Jatisari Luxury Residence
Gerbang Perumahan Jatisari Luxury Residence

Kalau Anda sedang di tahap mana pun dari urutan ini dan ingin bertanya, hubungi kami lewat WhatsApp.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa kesalahan paling mahal saat KPR pertama?

Menghitung kemampuan angsuran dari angka terendah pada skema bertingkat, lalu kesulitan ketika angsuran naik di tahun kelima.

Apa yang harus dilakukan paling awal?

Cek riwayat kredit lewat SLIK OJK, sebelum memilih rumah atau membayar booking fee.

Berapa kali sebaiknya survei?

Minimal dua kali pada waktu berbeda — misalnya sekali di jam berangkat kerja dan sekali di malam hari. Kalau memungkinkan, sekali lagi saat hujan deras.

Masih ada yang ingin ditanyakan?

Tanya ketersediaan unit, minta rincian angsuran, atau jadwalkan survei ke lokasi. Dijawab langsung oleh Rian.

Chat WhatsApp 0878-8094-8264

Baca juga

Chat Rian